Sadiq Khan, Anak Sopir Bus Jadi Walikota Muslim Pertama London

Sadiq Khan belakangan menjadi nama yang paling banyak diperbincangkan di dunia maya. Hal ini karena prestasinya menjadi salah satu walikota beragama muslim pertama yang diangkat di London, Inggris. Dalam pemilihannya, Sadiq Khan yang merupakan calon walikota dari Partai Buruh tersebut berhasil mengungguli perolehan Zac Goldsmith yang didukung oleh Partai Konservatif. Meskipun dalam kampanyenya disertai dengan kampanye hitam mengenai isu anti semitisme dan ekstrimisme namun Sadiq Khan tetap berhasil menjadi pemenang dalam perebutan walikota tersebut dengan perolehan suara sebanyak 56,9 persen suara.

Sadiq KhanSadiq Khan sendiri merupakan pria yang terlahir pada 8 Oktober 1970 yang juga merupakan pria keturunan Pakistan. Masa sulit yang dialaminya sedari kecil berhasil menempanya menjadi seorang pria yang kuat. Kedua orang tuanya bukan orang yang berasal dari golongan kaya, karena sang ayah hanyalah seorang supir bus sementara sang ibu hanyalah seorang penjahit. Rumah yang ditinggalinya pun merupakan rumah yang diberikan subsidi oleh pemerintah.

Khan sendiri memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter gigi, hal inilah yang membuatnya berminat untuk mengkai ilmu mengenai SAINS  dan Matematika. Akan tetapi, sang guru justru mendorongnya untuk kemudian belajar ilmu hukum. Namun, Khan justru menuruti apa yang disarankan oleh sang guru, dirinya pun akhirnya kuliah di University of North London dengan jurussan Hukum. Keluar dari bangku kuliah, dirinya pun kemudian bekerja menjadi pengacara untuk menegakkan HAM.

Sadiq Khan kemudian melanjutkan kariernya di dunia politik dengan menjadi anggota dewan paling muda di London dimana saat itu dirinya hanya berusia 23 tahun. Sejak itulah, nama Sadiq Khan kemudian terus membesar dengan menjadi anggota Parlemen Inggris pertama yang beragama Islam. Dilanjutkan dengan menjadi menteri Transportasi di Inggris.

Kemudian akhirnya dirinya mencalonkan diri menjadi calon walikota London. Namun perjalanannya menunju kursi Walikota melalui jalan terjal. Agama Islam yang dianutnya membuat dengan mudahnya dirinya terkena isu ekstremisme. Sebuah kampanye hitam yang dilakukan oleh lawannya yakni Zac Goldsmith. Meski demikian, dirinya tetap mampu memenangi pemilihan walikota tersebut dengan mendapatkan suara sebanyak 56,9 persen, adapun Zac Goldsmith yang menjadi lawannya hanya mampu memperoleh suara sebanyak 43,1 persen.

Adapun Sadiq Khan dalam kampanyenya menegaskan kalau dirinya memang merupakan orang yang bergama Islam. Namun, Islam dan ekstremisme merupakan dua hal yang berlawanan.

“Sebagai walikota, saya akan menjadi Muslim Inggris yang berjuang melawan para ekstremis.” demikian ungkap Sadiq Khan dikutip dari CNN Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *